Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan mutu lembaga pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan. L2Dikti sebagai lembaga pemerintah memiliki fungsi strategis dalam pembinaan, pengawasan, dan fasilitasi mutu perguruan tinggi, sehingga efektivitas komunikasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan kebijakan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di L2Dikti berlangsung melalui pola komunikasi downward, upward, horizontal, dan komunikasi digital. Komunikasi downward digunakan untuk menyampaikan kebijakan dan pedoman teknis, sedangkan upward berfungsi menangkap umpan balik dan kebutuhan perguruan tinggi. Adapun komunikasi horizontal mempermudah koordinasi lintas bidang untuk menjaga konsistensi informasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa digitalisasi komunikasi mempercepat layanan, memperkuat responsivitas, serta meningkatkan efektivitas pembinaan mutu. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan literasi digital, variasi kapasitas perguruan tinggi, dan perbedaan interpretasi kebijakan. Solusi yang diterapkan mencakup peningkatan kapasitas SDM, forum diskusi internal, serta penguatan mekanisme feedback. Secara keseluruhan, komunikasi organisasi yang efektif terbukti menjadi penggerak utama dalam meningkatkan mutu layanan dan pendampingan perguruan tinggi. Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Mutu Lembaga, L2Dikti Wilayah II.