This Author published in this journals
All Journal Gahwa
Zaini, Ahmad Fudholi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Melalui Manajemen Berbasis Sekolah Perspektif Pendidikan Islam Zaini, Ahmad Fudholi
GAHWA Vol. 4 No. 1 (2025): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v4i1.813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah di SDIU Al-Maslachah melalui penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang mencakup aspek otonomi sekolah, akuntabilitas, jaminan mutu, transparansi, serta partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus,. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam serta studi dokumentasi . Analisis data dengan menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna menghasilkan temuan yang sistematis dan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan prinsip-prinsip MBS secara efektif melalui perencanaan dan evaluasi program sekolah yang berkelanjutan, pengelolaan kurikulum dan proses pembelajaran yang terarah, peningkatan pelayanan siswa, pengelolaan sumber daya manusia secara profesional, pengelolaan keuangan yang transparan, optimalisasi sarana dan prasarana, serta penguatan hubungan kemitraan dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah berperan sebagai supervisor, manajer, dan edukator yang mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan serta pencapaian standar kelulusan siswa setiap tahun. Faktor pendukung penerapan MBS meliputi kepemimpinan visioner, kualitas guru yang memadai, kurikulum yang relevan, partisipasi aktif orang tua dan masyarakat, serta ketersediaan fasilitas pendukung. Adapun faktor penghambatnya meliputi tantangan teknologi dan globalisasi, keterbatasan dana, sistem evaluasi dan pengawasan yang belum optimal, serta keterbatasan akses teknologi dan infrastruktur.