Agnesia Lolita Situmeang
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hallyu Di Tingkat Lokal: Representasi Budaya Korea Dalam Aktivitas Komunitas Kpop Kota Malang Samantha Dorothy Sitorus; Angela Christy Kusumaputri Nalle; Naomi Clarita Alexis Tarigan; Rahma Naura Iman; Agnesia Lolita Situmeang; Andi Setiawan
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.872

Abstract

Gelombang budaya populer Korea Selatan (Hallyu) telah berkembang menjadi fenomena global yang tidak hanya mendorong konsumsi budaya populer, tetapi juga membentuk praktik representasi budaya dan relasi kultural lintas negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya Korea direpresentasikan dalam aktivitas komunitas K-Pop di Kota Malang melalui ruang digital dan media publik, serta bagaimana aktivitas tersebut dapat dipahami sebagai bentuk diplomasi budaya non-negara di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan analisis berbasis data sekunder, meliputi konten media sosial, dokumentasi kegiatan komunitas, publikasi daring, dan literatur akademik. Data dianalisis menggunakan analisis dokumen dan analisis konten kualitatif dengan kerangka teori representasi budaya dan diplomasi budaya non-negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas K-Pop di Kota Malang secara aktif memproduksi dan merepresentasikan budaya Korea melalui simbol visual, bahasa, performativitas fandom, dan praktik sosial kolektif yang berlangsung di ruang digital maupun ruang publik. Lebih jauh, aktivitas komunitas tersebut berfungsi sebagai praktik diplomasi budaya non-negara yang bersifat organik, partisipatif, dan berbasis komunitas, di mana daya tarik budaya Korea dibangun melalui pengalaman sosial sehari-hari tanpa keterlibatan langsung institusi negara. Penelitian ini berkontribusi secara konseptual dengan memperluas pemahaman diplomasi budaya sebagai praktik kultural desentralistik yang dijalankan oleh aktor non-negara melalui aktivitas keseharian (everyday cultural diplomacy) di tingkat lokal.