Sania Arisa Sinaga
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Al-Haqq dan Sturktur Kenyataan Kritik Islam Terhadap Penolakan Realitas Objektif Postmodernisme Sania Arisa Sinaga; Salahuddin Harahap
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.873

Abstract

Pemikiran postmodernisme menghadirkan kritik tajam terhadap klaim kebenaran universal dan realitas objektif yang selama ini menjadi fondasi filsafat modern. Dengan menekankan peran bahasa, konteks sosial, dan relasi kekuasaan, postmodernisme memandang realitas sebagai konstruksi diskursif yang relatif dan tidak memiliki struktur ontologis yang tetap. Pandangan ini, meskipun berhasil membongkar absolutisme rasional modern, menimbulkan problem serius berupa relativisme ontologis dan krisis makna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penolakan realitas objektif dalam pemikiran postmodernisme serta mengkaji kritik Islam terhadap pandangan tersebut melalui konsep al-Ḥaqq sebagai dasar struktur kenyataan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dan metode analisis konseptual serta komparatif-kritis terhadap karya-karya tokoh postmodern dan pemikir Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postmodernisme cenderung meniadakan landasan ontologis realitas, sehingga kebenaran direduksi menjadi produk wacana dan kekuasaan. Sebaliknya, Islam melalui konsep al-Ḥaqq menegaskan keberadaan realitas objektif yang terstruktur dan bermakna, tanpa menafikan keterbatasan epistemologis manusia dan pluralitas pemahaman. Kritik Islam terhadap postmodernisme bersifat korektif dan konstruktif, karena menerima kritik terhadap klaim kebenaran hegemonik modern, namun menolak relativisme yang meniadakan kebenaran itu sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep al-Ḥaqq menawarkan kerangka ontologis alternatif yang mampu menjaga keseimbangan antara objektivitas kebenaran dan keragaman penafsiran, serta memberikan kontribusi penting bagi pengembangan filsafat Islam kontemporer dalam merespons tantangan pemikiran postmodern.
Studi Analisis Kesetaraan Sosial bagi Penyandang Disabilitas pada QS An-Nur 61 dan QS Abasa 1-3 dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Sania Arisa Sinaga
ANWARUL Vol 3 No 5 (2023): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v3i5.1440

Abstract

This research examines the analysis of social equality for persons with disabilities in the Qur'an Surah An-Nur: 61 and the Qur'an Surah Abasa: 1-3 in the book of Ibnu Katsir's commentary. This type of research is qualitative research which describes data using a series of sentences. The method used in this research is descriptive method. The results of this study indicate that persons with disabilities in the view of the Al-Quran are studied in the interpretation, namely, (Tafsir Ibnu Katsir). Persons with disabilities in the Al-Quran show human deficiencies biologically or physically and examples/parables. As for persons with disabilities, in the view of the Koran, this refers to persons with physical disabilities, namely: Acting the same or being tolerant towards others, not discriminating, Providing relief not to carry out perfectly the obligations that guide the five senses and their physical members, not discriminating, have the right to choosing and continuing friendships and being allowed not to join the war. Meanwhile, indirectly in other surahs it shows attitudes towards persons with disabilities, namely not discriminating, such as not making fun of, criticizing either in the form of derogatory actions or remarks and also what distinguishes individuals is their faith and piety.