Pertanian merupakan sektor utama bagi masyarakat Desa Tanak Beak, Lombok Tengah, di mana sekitar 78,98% penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, praktik pertanian setempat masih menghadapi kendala serius, antara lain ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap kesuburan tanah, kesehatan lingkungan, serta menambah beban ekonomi petani. Alternatif yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik padat dan pestisida nabati berbahan lokal, yang selain ramah lingkungan juga lebih ekonomis. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram hadir untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pestisida nabati, sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mendukung pertanian berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi survei permasalahan, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pestisida nabati, serta pendampingan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2025 dengan melibatkan 31 peserta dari kelompok tani, aparat desa, siswa, dan masyarakat umum. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum memahami cara pembuatan pupuk organik maupun pestisida nabati. Melalui pelatihan, pupuk organik padat yang dihasilkan telah memenuhi indikator kematangan seperti aroma tanah segar, warna coklat kehitaman, penyusutan volume, dan suhu stabil. Sementara itu, pestisida nabati berbahan bawang putih, daun sirsak, dan serai dapat langsung digunakan setelah 24 jam pasca pembuatan. Antusiasme peserta tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif selama sosialisasi dan praktik lapangan. Kegiatan KKN PMD ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dan menghadirkan solusi pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.