This Author published in this journals
All Journal POLIGRID
Nisa, Wahdiyatun
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Efisiensi Termal PLTU Berdasarkan Net Plant Heat Rate dengan Metode Uji Statistik Deskriptif dan t-Test: Studi Kasus pada PLTU di Kutai Kartanegara Nisa, Wahdiyatun; Bintang Bhakti Nugraha
PoliGrid Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/poligrid.v6i2.167

Abstract

Net Plant Heat Rate (NPHR) adalah salah satu parameter kehandalan dan efisien suatu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Semakin rendah nilai NPHR pada PLTU maka semakin efisien unit pembangkit tersebut dan semakin besar nilai NPHR pada PLTU maka semakin rendah tingkat effisiensinya. Ada 3 indikator utama yang menggambarkan indikasi perubahan nilai NPHR pada PLTU yaitu beban netto (kWh netto) yang disuplai oleh PLTU, jumlah pemakaian batubara dan nilai kalori batubara. Beban netto dan nilai NPHR ini berbading lurus dalam peningkatannya, semakin besar beban netto yang disupplai PLTU ke sistem jaringan, maka nilai NPHR akan semakin kecil dan begitupun sebaliknya. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan nilai NPHR dengan data yang didapat untuk membandingkan tingkat efisiensi kedua pembangkit pada salah satu PLTU di Kutai Kartanegara. Untuk mendapatkan hasil data yang valid dan akurat dilakukan pengujian hasil data menggunakan metode uji statistik deskriftif untuk melihat karakteristik data yang didapatkan kemudian setelah itu dilakukan kembali uji t-Test dengan variasi sample yang berbeda dengan tujuan mendapatkan kevalidan hasil data yang didapatkan berdasarkan perhitungan. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan nilai rata-rata NPHR dari PLTU unit 1 sebesar 4492.34 kCal/kWh, sedangkan rata-rata NPHR dari PLTU unit 2 adalah 4448.8 kCal/kWh. Hal ini menunjukkan bahwa PLTU unit 2 memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi daripada PLTU unit 1. Adapun varians NPHR dari PLTU unit 1 adalah 8271.28 kCal/kWh, sedangkan varians NPHR dari PLTU unit 2 adalah 6127.6 kCal/kWh. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran data NPHR dari PLTU unit 2 lebih kecil daripada PLTU unit 1. Hasil uji t-Test dari NPHR masing-masing unit diperoleh nilai t-Stat sebesar 2.02 pada unit 1 yang lebih besar dari nilai t- Critical one-tail sebesar 1.671 dan t-Critical two-tail sebesar 2.00. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara NPHR dari PLTU. Adapun nilai P(T<=t) one-tail yang didapat sebesar 0.024 dan P(T<=t) two-tail sebesar 0.04786 yang keduanya lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05 sehingga menunjukkan bahwa hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak ada perbedaan antara NPHR dari kedua PLTU ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima dengan kesimpulan bahwa ada perbedaan antara NPHR unit 1 dan unit 2. Dapat dilihat pula hasil uji t-Test menunjukkan nilai t stat yang positif di unit 1, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan keyakinan 95% tingkat efisiensi thermal berdasarkan nilai NPHR di unit 2 lebih baik daripada unit 1.