Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konfigurasi Ruang Permukiman Pulau Lakkang Berbasis Mitigasi Bencana Syarif , Edward
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.104

Abstract

Kampung Lakkang terletak di pesisir Sungai Tallo, Kota Makassar dan dikelilingi perairan. Meskipun dikelilingi perairan, namun Kampung Lakkang belum pernah mengalami bencana banjir, air bah maupun tsunami. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya bermukim masyarakat Lakkang telah mempengaruhi konfigurasi ruang permukimannya sehingga dapat beradaptasi dengan bencana alam. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh konfigurasi ruang permukiman tepi air Lakkang terhadap mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis spacesyntax dan didukung oleh konsep mitigasi bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara bermukim masyarakat Lakkang berkembang dari bermukim alami ke bermukim kolektif. Bermukim kolektif membentuk konfigurasi ruang yang lebih terintegrasi dari ruang yang dibentuk oleh bermukim alami. Budaya bermukim masyarakat Lakkang telah membentuk konfigurasi ruang terbuka dan membentuk ruang-ruang terintegrasi sehingga sesuai dengan konsep mitigasi bencana. Makalah ini dapat menjadi konsep pengembangan permukiman tepian air tanggap bencana berdasarkan kearifan lokal.
Konfigurasi Ruang Permukiman Tepi Air Mariso dan Tallo Ditinjau dari Aspek Keberlanjutan Syarif , Edward
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.1.1

Abstract

Permukiman Mariso dan Tallo berlokasi di tepian air Makassar. Kedua permukiman ini terbentuk tidak terencana oleh proses reklamasi akibat sosial budaya masyarakat setempat. Proses reklamasi menyebabkan terbentuknya permukiman baru dan mengubah lingkungan tepian air Makassar. Hal ini berdampak pada konfigurasi ruang permukiman, sehingga mempengaruhi aspek keberlanjutan kawasan tepian air. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan konfigurasi ruang permukiman tepi air Mariso dan Tallo, serta pengaruhnya terhadap aspek keberlanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis sinkronik yang didukung oleh metode space syntax dan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permukiman Mariso berkembang memanjang dari daratan ke arah laut, sedangkan permukiman Tallo berkembang sejajar mengikuti bentuk sungai. Konfigurasi ruang permukiman Mariso membentuk pola menyebar sehingga terbentuk ruang-ruang yang terintegrasi, sedangkan konfigurasi ruang permukiman Tallo membentuk pola tidak menyebar sehingga terbentuk ruang-ruang yang tersegregasi. Konfigurasi ruang permukiman Mariso dan Tallo tidak memperhatikan konsep keberlanjutan dan berdampak pada kerusakan lingkungan tepian air. Konsep keberlanjutan hanya mengalami peningkatan pada aspek ekonomi, sedangkan aspek sosial budaya dan ekologi akan mengalami kemunduran. Tulisan ini dapat menjadi konsep pengembangan permukiman tepian air yang beradaptasi dengan lingkungan, sosial dan budaya setempat.