Peningkatan konsentrasi gas nitrogen dioksida (NO2) mencerminkan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di regional Jawa. Namun demikian, kondisi ini perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan terhadap biaya kesehatan masyarakat maupun upaya pemulihan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi spasial-temporal pengaruh rata-rata lama sekolah, PDRB per kapita, pengeluaran per kapita, serta persentase green jobs terhadap tingkat polusi NO2 pada 119 kabupaten/kota di regional Jawa dengan menggunakan pendekatan analisis Geographically Weighted Panel Regression (GWPR). Data yang digunakan adalah data panel selama periode 2018-2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan citra satelit Sentinel-5P/TROPOMI. Hasil analisis menunjukkan adanya heterogenitas spasial antardaerah dalam menjelaskan perkembangan tingkat polusi NO2. Konsentrasi tertinggi polusi NO2 terjadi di daerah dengan tingkat industrialisasi yang tinggi seperti di sekitar kawasan metropolitan Jabodetabek, Gerbangkertosusila, Kota Bandung dan Kota Semarang. Terbentuk beberapa klaster daerah yang signifikan secara statistik pada tiap variabel yang menggambarkan bahwa tingkat polusi NO2 tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik sosial ekonomi, tetapi juga oleh keterkaitan spasial antardaerah. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya perumusan strategi kebijakan yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, penerapan pertumbuhan ekonomi yang berbasis keberlanjutan, serta peningkatan implementasi ekonomi hijau.