Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang sangat populer di kalangan penggemar ikan hias. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, industri budidaya ikan koi terus berkembang, namun juga menghadapi tantangan dalam hal biaya produksi. penggunaan maggot dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai sumber protein alternatif dalam pakan ikan telah menarik perhatian yang signifikan, kemampuannya untuk mengkonversi berbagai jenis limbah organik menjadi biomassa yang kaya nutrisi. Metode Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Yaitu perlakuan (A) Maggot yang diberipakan labu kuning, (B) Maggot yang diberipakan buah naga, (C) Maggot yang diberi pakan pepaya, dan (D) Merupakan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan pemberian pakan maggot dengan labu kuning menghasilkan kandungan proksimat tertinggi pada maggot yaitu 36,89 mg/L, diikuti perlakuan Pepaya dan buah naga. Perlakuan ini juga memberikan peningkatan terhadap pertumbuhan panjang mutlak ikan koi yang paling signifikan dibandingkan perlakuan lain, namun pada pertumbuhan berat mutlak tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Panjang vilih usus tertinggi ditemukan pada perlakuan pemberian maggot dengan labu kuning, yaitu 190,52 µm. Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup ikan koi selama pemeliharaan tanpa kematian selama 30 hari masa pemeliharaan. Kualitas air selama penelitian tetap berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan ikan koi. The Koi fish (Cyprinus carpio) are one of the most popular freshwater ornamental fish among fish enthusiasts. As market demand increases, the koi fish farming industry continues to grow, but also faces challenges in terms of production costs. The use of maggots from Black Soldier Flies (Hermetia illucens) as an alternative protein source in fish feed has attracted significant attention due to their ability to convert various types of organic waste into nutrient-rich biomass. The research method used a completely randomized design with four treatments and three replicates. The treatments were (A) maggots fed yellow pumpkin, (B) maggots fed dragon fruit, (C) maggots fed papaya, and (D) a control. Based on the research results, the treatment of maggots fed yellow pumpkin produced the highest proximate content in maggots, namely 36.89 mg/L, followed by the papaya and dragon fruit treatments. This treatment also provided the most significant increase in the absolute length growth of koi fish compared to other treatments, but there was no significant difference in absolute weight growth. The highest intestinal villi length was found in the maggot feeding treatment with yellow squash, at 190.52 µm. Meanwhile, the survival rate of koi fish during maintenance was 100% with no deaths over the 30-day maintenance period. Water quality during the research remained within the optimal range for koi fish life.