Digitalisasi telah menjadi pendorong utama perubahan struktur pasar dan pola konsumsi. Ini berdampak besar pada daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini menganalisis pengaruh digitalisasi, termasuk penggunaan pemasaran digital, e- commerce, dan kemampuan teknologi, terhadap daya saing UMKM kuliner dan ritel di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 150 pelaku UMKM di Blok M. Selain itu, terdapat wawancara mendalam dengan 10 informan kunci, yaitu pemilik gerai, pengelola Blok M Hub, dan perwakilan platform pemasaran lokal. Variabel yang diukur meliputi tingkat adopsi teknologi digital, literasi digital pemilik usaha, intensitas penggunaan platform e-commerce atau marketplace, serta indikator daya saing, seperti akses pasar, pertumbuhan penjualan, ketahanan usaha, dan citra merek. Hasil analisis menunjukkan bahwa adopsi pemasaran digital dan akses ke platform e-commerce memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap beberapa dimensi daya saing. Hal ini terutama terlihat pada perluasan pasar dan peningkatan penjualan jangka pendek. Namun, efeknya cenderung dimoderasi oleh kemampuan pemasaran digital dan literasi teknologi. UMKM dengan kemampuan digital yang lebih baik mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur pembayaran digital, serta biaya dan waktu untuk membangun kehadiran digital yang konsisten. Implikasi dari penelitian ini mendorong rekomendasi kebijakan lokal. Rekomendasi tersebut meliputi pelatihan literasi digital, fasilitasi akses ke platform berbasis kawasan seperti Blok M Hub, dan kolaborasi dengan platform e-commerce. Selain itu, ada saran praktis bagi pelaku UMKM untuk memprioritaskan kemampuan pemasaran digital agar digitalisasi benar-benar dapat meningkatkan daya saing.