Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DALAM PROSES PENYUSUNAN TUGAS AKHIR Angela, Fiona Ria; Murti, Heru Astikasari Setya
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8970

Abstract

Academic stress is a prevalent issue among university students, with prevalence rates in Indonesian ranging from 36.7% to 71.6%. This study aims to examine the relationship between emotion regulation and academic stress levels among students at Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) during the undergraduate thesis writing process. This study employed a quantitative non-experimental method with a correlational design, involving 200 students recruited via snowball sampling technique. Emotion regulation was measured using the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), while academic stress was measured using the Perception of Academic Stress Scale (PASS). The results indicated a significant but very weak positive relationship between emotion regulation and academic stress (r = 0.178; p = 0.012; R² = 0.032). This suggests that emotion regulation accounts for only 3.2% of the variance in academic stress, implying that other factors play a more dominant role. These findings indicate that in the context of thesis writing, emotion regulation alone is insufficient to serve as an effective stress buffer. Therefore, psychological interventions should not solely focus on emotion regulation but also on reducing the stressors themselves, for instance, through improving supervision quality and enhancing task management processes. ABSTRAK Stres akademik merupakan persoalan umum yang sering dialami oleh mahasiswa, dengan angka prevalensi mencapai 36,7% - 71,6% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menguji bagaimana hubungan antara regulasi emosi dan tingkat stres akademik pada mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam proses penyusunan tugas akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional, melibatkan 200 mahasiswa yang dikumpulkan menggunakan teknik snowball sampling. Pengukuran variabel regulasi peneliti menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) sedangkan stres akademik diukur menggunakan Perception of Academic Stress Scale (PASS). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan, namun sangat lemah antara regulasi emosi dan stres akademik (r = 0,178; p = 0,012; R² = 0,032). Hal tersebut menunjukan bahwa regulasi emosi hanya memberikan sumbangan efektif sebesar 3,2% terhadap tingkat stres akademik, sementara faktor lain memiliki peran yang lebih dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam situasi penyusunan tugas akhir, regulasi emosi semata tidak berpengaruh besar sebagai peredam stres. Oleh karena itu intervensi secara psikologis alangkah lebih baik tidak hanya berfokus pada regulasi emosi, tetapi juga pada pengurangan sumber stresor, misalnya melalui peningkatan pada kualitas bimbingan serta proses manajemen tugas yang lebih baik.