Pratama, Erie Rizky
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN METODE HIRARC DI BENGKEL LAS LISTRIK PRIMA BAKTI JAYA Pratama, Erie Rizky; Siahaan, Jeferson; Rivai, Ahmad
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 2 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i2.169

Abstract

Bengkel Las Listrik Prima Bakti Jaya merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang jasa konstruksi logam seperti pembuatan pagar, tangga, dan kanopi, yang telah beroperasi sejak tahun 1998 di Kabupaten Bandung. Dalam operasionalnya, bengkel ini melibatkan proses kerja berisiko tinggi, khususnya pada aktivitas pengelasan. Berdasarkan data kecelakaan kerja tahun 2024, tercatat 25 kasus kecelakaan, meliputi pekerja yang terbentur besi atau benda keras lainnya (10 kasus), terkena percikan api atau luka bakar (5 kasus), tergores alat gerinda atau benda tajam (2 kasus), dan cedera mata akibat percikan api, debu, atau benda asing lainnya (8 kasus). Analisis menunjukkan bahwa kecelakaan ini dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu kurangnya kesadaran pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja, tidak adanya SOP (Standard Operating Procedure) yang ditetapkan, serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak konsisten oleh para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengusulkan langkah pengendalian yang tepat menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas kerja dan kecelakaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 21 bahaya dan 26 risiko yang tersebar pada berbagai proses kerja, dari pengambilan bahan hingga pengecatan. Berdasarkan matriks penilaian risiko AS/NZS 4360:2004, risiko yang teridentifikasi diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu risiko rendah (11%), sedang (4%), serta tinggi (85%). Risiko dengan Tingkat keparahan tertinggi berasal dari kebisingan mesin potong dan gerinda, disertai paparan asap dan debu yang terjadi secara rutin dalam proses produksi. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi eliminasi bahaya, penerapan Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan K3 secara berkala, dan penggunaan APD yang sesuai. Penerapan metode HIRARC secara sistematis terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kerja dan membentuk lingkungan kerja yang lebih aman. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penguatan sistem manajemen risiko, khususnya bagi bengkel las berskala kecil dan menengah.