Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya kerja dengan Metode JSA Dan HiRARC Di Area Produksi Moh.Aditya Putra; Moh. Jufriyanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1425

Abstract

K3 menjadi aspek krusial dalam industri kimia karena proses produksinya melibatkan paparan zat kimia berbahaya, suhu tinggi, serta pengoperasian mesin bertekanan. Pada bagian produksi PT PQR, tercatat 37 kasus kecelakaan kerja selama Januari-Juni 2025, meliputi terhirup uap kimia, iritasi kulit dan mata, terpeleset, terbentur peralatan, luka bakar ringan, dan gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi potensi bahaya, menilai risiko yang mungkin terjadi, serta merancang strategi pengendalian dengan mengombinasikan pendekatan Job Safety Analysis dan HIRARC. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 6 tahapan proses kerja dengan total 9 potensi bahaya dan 19 risiko. Berdasarkan penilaian risiko, terdapat risiko ekstrem pada proses penerimaan bahan baku (terhirup uap kimia) dan proses reaksi-pemanasan (paparan panas), risiko tinggi pada proses penimbangan (gas/uap kimia), pencampuran (percikan cairan reaktif dan kebisingan), serta beberapa risiko sedang dan rendah pada aktivitas lainnya. Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi penerapan rekayasa teknik seperti peningkatan ventilasi, isolasi panas, dan peredaman kebisingan, yang dipadukan dengan pengendalian administratif berupa SOP kerja aman, inspeksi area secara berkala, serta pelatihan K3 bagi pekerja. Pemakaian APD, seperti respirator, kacamata pelindung, sarung tangan kimia, penutup telinga, pakaian pelindung, dan sepatu anti-selip, juga ditekankan sebagai langkah tambahan untuk meminimalkan risiko yang masih ada. Penerapan kombinasi metode HIRARC dan JSA memungkinkan analisis risiko yang lebih rinci dan efektif, sehingga keselamatan kerja di area produksi PT PQR dapat ditingkatkan..