Berdasarkan latar belakang tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia, khususnya pada kelompok lanjut usia, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian jus alpukat dengan air kelapa terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Posyandu Lansia. Metode yang digunakan adalah desain Quasi-Experimental dengan rancangan Two Group Pre-test Post-test with Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih secara purposive sampling, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 18 orang. Proses intervensi dilakukan dengan memberikan jus alpukat dan air kelapa pada kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi standar. Data tekanan darah sistolik diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan rata-rata penurunan sebesar 27,23 mmHg (p=0,025), sedangkan pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebesar 7,22 mmHg (p=0,045). Hasil uji Independent Sample T-Test pada tekanan darah post-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0,034). Diskusi penelitian mengungkap bahwa efektivitas intervensi didukung oleh sinergisme mekanisme kalium, magnesium, dan senyawa fenolik dalam alpukat dan air kelapa yang bekerja melalui efek diuretik, vasodilatasi, dan penghambatan sistem renin-angiotensin. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jus alpukat dan air kelapa efektif sebagai terapi komplementer non-farmakologis untuk mengendalikan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.