This Author published in this journals
All Journal Enfermeria Ciencia
Setyaningrum, Edita Dewi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL DARAH DAN KADAR GULA DARAH DENGAN KEJADIAN STROKE Setyaningrum, Edita Dewi; Sa'adah, Erny Rohmatus; Hastuti, Puji Tri; Ervariawati, Tinuk
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 4, November 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i4.95

Abstract

Stroke merupakan tanda tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan gangguan otak fokal dan global muncul, dengan gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dan dapat menyebabkan kematian tanpa alasan lain selain gangguan vaskuler. Faktor resiko stroke, yaitu faktor tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah umur, jenis kelamin, ras, genetik, dan faktor dapat dimodifikasi, hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, perilaku merokok, obesitas, penyakit jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kadar kolesterol darah dan kadar gula darah dengan kejadian stroke. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. populasi dalam penelitian ini pada bulan Mei tahun 2025 sebanyak 93 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 48 responden dengan Teknik purposive sampling dan alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar responden yang menderita stroke memiliki kadar kolesterol darah dan kadar gula darah dalam kategori tinggi, berdasarkan analisis statistic didapatkan nilai p=0.010 (<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,368 artinya semakin tinggi kadar kolesterol darah dan kadar gula darah, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami stroke akibat gangguan pembuluh darah di otak. Dari penelitian ini didapatkan bahwa kadar kolesterol darah dan kadar gula darah yang tinggi berkontribusi terhadap ateroklerosis dan disfungsi endotel yang meningkatkan resiko stroke. Oleh karena itu, pengendalian faktor risiko ini melalui pemantauan rutin, perubahan gaya hidup sehat, dan pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk menekan angka kejadian stroke