Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal menjadi strategi penting dalam menghadapi keterbatasan lahan pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan. Salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan adalah pemanfaatan cocopeat, yaitu serbuk halus hasil pengolahan limbah sabut kelapa, sebagai media tanam pengganti tanah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah sabut kelapa menjadi cocopeat serta mengkaji potensi pemanfaatannya sebagai media tanam yang aplikatif dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif, meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan pembuatan cocopeat, serta pendampingan pemanfaatannya sebagai media tanam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami proses pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat dan mengaplikasikannya sebagai media tanam, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan bahan organik lain. Pemanfaatan cocopeat terbukti mampu memperbaiki sifat fisik media tanam, terutama dalam meningkatkan daya simpan air dan aerasi, serta berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Selain manfaat agronomis, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, pemanfaatan cocopeat sebagai media tanam pengganti tanah dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.