Background: Stress arises when job demands exceed workers’ capacity or resources, which over time may lead to fatigue, health problems, and reduced work motivation. Purpose: To determine the factors related to work stress among workers. Method: This quantitative research, using a cross-sectional approach, was conducted from June to September 2025 at Prima Maesa Putra Limited Liability Company, Ponorogo. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 40 respondents. The independent variables in this study were workload, work fatigue, and interpersonal relationships, while the dependent variable was stress level. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distributions and bivariate analysis using the chi-square test. Results: The chi-square test results showed that workload was significantly related to work stress (p-value=0.008), where work stress occurred more frequently in workers with heavy workloads. Work fatigue had a very significant relationship with work stress (p-value=0.000), with the risk of experiencing stress being about six times greater in workers who experienced work fatigue. Interpersonal relationships did not show a significant relationship with work stress (p-value=1.000). Conclusion: Workload and work fatigue play an important role in increasing work stress, with fatigue being the strongest factor, while interpersonal relationships are not significantly related. These findings confirm that controlling workload and preventing fatigue are key to reducing work stress. Keywords: Fatigue; Interpersonal; Stress Levels; Workload; Workers. Pendahuluan: Stres dapat timbul saat tuntutan pekerjaan lebih dari kemampuan atau sumber daya yang dimiliki tenaga kerja, yang dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kelelahan, gangguan kesehatan, hingga penurunan motivasi kerja. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan pada stres kerja pada pekerja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan bulan Juni-September 2025 di PT. Prima Maesa Putra, Ponorogo. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, kelelahan kerja dan hubungan interpersonal, sedangkan variabel dependen adalah tingkat stres. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Uji chi-square menunjukkan bahwa beban kerja berhubungan signifikan dengan stres kerja (p-value = 0.008), stres kerja lebih banyak terjadi pada pekerja dengan beban kerja berat. Kelelahan kerja memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan stres kerja (p-value = 0.000) dengan risiko mengalami stres sekitar 6 kali lebih besar pada pekerja yang mengalami kelelahan kerja. Hubungan interpersonal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stres kerja (p-value = 1.000). Simpulan: Beban kerja dan kelelahan kerja berperan penting dalam meningkatkan stres kerja, dengan kelelahan sebagai faktor yang paling kuat, sedangkan hubungan interpersonal tidak berhubungan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian beban kerja dan pencegahan kelelahan merupakan kunci utama dalam menurunkan stres kerja. Kata Kunci: Beban Kerja; Interpersonal; Kelelahan; Pekerja; Tingkat Stres.