Maharani, Ella Maurizka Safira
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan kesejahteraan mental remaja melalui terapi pemaknaan hidup berbasis religi Maharani, Ella Maurizka Safira; Daliman, Daliman
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.2015

Abstract

Background: Stressors during adolescent development can lead to less adaptive coping behaviors, which can impact mental well-being. One therapy to help address this issue is psychotherapy. Purpose: To determine improvements in adolescent mental well-being through faith-based meaning-of-life therapy. Method: This quantitative study used a pre-experimental, single-group pretest-posttest design. The sample size for this study was 60 participants from youth and high school groups. Participants were aged 15-19, had at least a high school education, and were free of chronic illness. Convenience sampling was used, and data collection used the Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale (WEMWBS) mental well-being questionnaire, which consists of 15 items with a score range of 1-5. Results: This study involved 60 adolescents, both before and after the intervention. The mean mental well-being score before the intervention was 35.13 and after the intervention was 61.07. The standard deviation was 2.703 before the intervention and 11.842 after the intervention. Participants' mental well-being scores were a minimum of 29 and a maximum of 42 before the intervention, while after the intervention, the minimum score was 34 and a maximum of 72. Conclusion: Religion-based logo therapy for the meaning of life successfully improved adolescents' mental well-being.   Keywords: Adolescents; Mental Well-being; Religion-Based Meaning of Life; Therapy.   Pendahuluan: Stressor pada masa tumbuh kembang remaja bisa mengakibatkan perilaku koping yang kurang adaptif yang bisa berdampak pada kesejahteraan mental. Salah satu terapi untuk membantu meningkatkan masalah tersebut adalah melalui psikoterapi. Tujuan: Untuk mengetahui peningkatan kesejahteraan mental remaja melalui terapi pemaknaan hidup berbasis religi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini berjumlah 60 partisipan dari kelompok karang taruna dan sebuah sekolah menengah dengan kriteria berusia 15-19 tahun, pendidikan minimal sekolah menengah, dan tidak mempunyai penyakit kronis. Teknik sampling diambil dengan cara convenience sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner kesejahteraan mental The Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale (WEMWBS), terdiri dari 15 item pertanyaan dengan jawaban rentang nilai 1-5. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 60 remaja, baik sebelum ataupun sesudah intervensi. Rata-rata nilai kesejahteraan mental sebelum intervensi 35.13 dan sesudah intervensi 61.07. Standar deviasi sebelum intervensi 2.703 dan sesudah intervensi 11.842. Skor kesejahteraan mental partisipan minimum 29 dan maksimum 42 sebelum intervensi, sedangkan setelah intervensi skor minimum 34 dan maksimum 72. Simpulan: Terapi pemaknaan hidup logo terapi berbasis religi berhasil meningkatkan kesejahteraan mental remaja.   Kata Kunci: Kesejahteraan Mental; Pemaknaan Hidup Berbasis Religi; Remaja; Terapi.