Shofa Sayyidatul Husna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENDALAMAN NAHWU SHARAF DALAM KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING: STUDI KASUS SANTRI PUTRI PONPES TEBUIRENG JOMBANG Shofa Sayyidatul Husna
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 8 No. 2 (2025): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v8i2.8570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pendalaman ilmu Nahwu dan Sharaf berpengaruh terhadap kemampuan membaca kitab kuning pada seorang santri putri di Pondok Pesantren Tebuireng. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada satu subjek penelitian, yaitu Santri SNR, yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun di pesantren. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan belajar, serta telaah dokumen pendukung yang berkaitan dengan proses pembelajaran kitab kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan ilmu Nahwu dan Sharaf berperan sangat signifikan dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning, terutama karena kitab-kitab tersebut umumnya ditulis tanpa harakat. Pemahaman terhadap kaidah Nahwu membantu santri dalam menentukan posisi kata dan fungsi gramatikalnya, seperti subjek, objek, atau keterangan. Sementara itu, penguasaan ilmu Sharaf memudahkan santri dalam mengenali perubahan bentuk kata, pola morfologi, serta makna yang terkandung dalam setiap derivasi kataSelain itu, strategi belajar aktif yang diterapkan oleh santri seperti mencari penjelasan melalui kitab lainnya, berdiskusi dengan pengajar, serta membaca ulang teks yang sulit memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi membaca kitab kuning. Faktor motivasi internal, konsistensi mengikuti program takhassus, serta lingkungan belajar pesantren yang mendukung juga menjadi aspek penting yang memperkuat pencapaian pembelajaran.