Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Program Training as Selection Lawson Indonesia di Branch Yogyakarta dengan Metode CIPP (Context, Input, Process, Product) Sugiharto, Akhmad Fauzi; Saiful Fikri, Aula Ahmad Hafidh
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Training As Selection Crew Lawson Indonesia di Branch Yogyakarta. Evaluasi dilakukan dengan metode Context, Inputm Process, Product (CIPP) agar mengetahui: (1) evaluasi program Training As Selection Crew Lawson ditinjau dari aspek Context, (2) evaluasi program Training As Selection Crew Lawson ditinjau dari aspek Input, (3) evaluasi program Training As Selection Crew Lawson ditinjau dari aspek Process, (4) evaluasi program Training As Selection Crew Lawson ditinjau dari aspek Product, (5) pengelolaan program Training As Selection Crew Lawson. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif karena hal ini dianggap paling sesuai untuk menggambarkan dan menjelaskan secara mendalam mengenai pelaksanaan program Training As Selection Crew di Lawson Branch Yogyakarta. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mengeksplorasi situasi dan kondisi yang nyata, memahami berbagai dinamika di lapangan, serta menganalisis aspek-aspek penting yang memengaruhi keberhasilan program tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat dari nasarumber dengan teknik CIPP bahwa; (1) dari aspek Context, program dibuat berdasarkan kebutuhan perusahaan yang mana visi misi perusahaan sebagai landasan kurikulum program, (2) dari aspek Input, program ini perlu mengkaji ulang mengenai penentuan durasi waktu, materi, dan perangkat pendukung agar lebih ideal, (3) dari aspek Process, persiapan training sudah terstruktur dan sudah paham solusinya ketika ada masalah, (4) aspek Product, meski secara teori dan praktik peserta sudah bagus akan tetapi tetap perlu adanya pantauan minimal selama 1 bulan setelah training guna memastikan kembali peserta sudah paham.