Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Bentuk-Bentuk Dialog dalam Pembelajaran PAI Berdasarkan Pemikiran Paulo Freire Wulandari, Karisma; Abdul Aziz, Jamil
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4905

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih kuatnya pendekatan teacher-centered dan indoktrinatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang berpotensi menghambat perkembangan kesadaran kritis dan internalisasi nilai-nilai Islami peserta didik. Seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered), pendekatan dialogis menjadi semakin relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan dialogis Paulo Freire serta implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian ini difokuskan pada pemahaman mendalam tentang gagasan dialogis Freire, bentuk-bentuk dialog yang relevan dalam konteks PAI, dan efektivitas penerapannya terhadap perkembangan peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah karya-karya primer Paulo Freire dan literatur sekunder terkait pendidikan Islam serta pedagogi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep dialog menurut Freire menekankan pendidikan sebagai perjumpaan antarsubjek yang setara, partisipatif, dan membebaskan. Bentuk-bentuk dialog dalam PAI dapat diwujudkan melalui al-hiwar, al-jadal, al-hujaj, dialog interaktif, dialog dengan adab Islami, muz?dalah, dialog reflektif, dan dialog transformatif. Sementara itu, efektivitas pendidikan dialogis tampak dari kontribusinya dalam meningkatkan pemahaman kognitif, menginternalisasikan nilai moral dan spiritual, mendorong aksi nyata, menumbuhkan sikap toleran, serta membangun kesadaran kritis siswa. Pendidikan dialogis juga relevan dengan paradigma Kurikulum Merdeka karena menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Dengan demikian, pendidikan dialogis dalam PAI dapat menjadi alternatif strategis untuk menciptakan pembelajaran yang partisipatif, humanis, dan transformatif.