Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan: Dinamika Sosial-Ekonomi di Kampung Wisata Saporkren, Raja Ampat Tampubolon, Novelina; Aisyah Hindom, Siti; Mustamus, Anastasya
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.5264

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika sosial dan ekonomi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Kampung Saporkren, Raja Ampat. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai perubahan sosial, transformasi ekonomi, dan peran pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas pengelola homestay, pemandu wisata, tokoh adat, perwakilan pemerintah kampung, anggota Pokdarwis, perempuan, dan pemuda yang terlibat dalam aktivitas wisata. Responden tambahan meliputi pemilik homestay, pemandu wisata, operator transportasi laut, pelaku UMKM, serta rumah tangga non-pelaku wisata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan penelusuran dokumen lokal, kemudian dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata mendorong perubahan sosial yang signifikan. Sebanyak 72% informan pelaku wisata melaporkan meningkatnya intensitas interaksi antar-pelaku dan kerjasama komunitas, sementara 55% rumah tangga non-pelaku merasa relasi sosial mulai mengarah pada segregasi ekonomi. Pemberdayaan melalui Pokdarwis dan asosiasi homestay dinilai efektif oleh 68% pelaku wisata, namun belum menjangkau kelompok rentan seperti perempuan dan pemuda secara optimal. Secara ekonomi, terjadi peningkatan pendapatan rata-rata pada pelaku wisata: pemilik homestay memperoleh Rp9–18 juta/bulan, pemandu wisata Rp6–12 juta/bulan, operator transportasi laut Rp8–15 juta/bulan, dan pelaku UMKM Rp3–7 juta/bulan. Sebaliknya, rumah tangga non-pelaku hanya berada pada kisaran Rp1,5–3 juta/bulan, menunjukkan kesenjangan pendapatan yang cukup tajam. Penelitian menyimpulkan bahwa pariwisata berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun ketimpangan distribusi manfaat masih menjadi tantangan. Penguatan kapasitas kelembagaan lokal dan strategi pemberdayaan yang lebih inklusif diperlukan untuk menjamin keberlanjutan sosial-ekonomi desa wisata.