Imunisasi pentabio dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV) merupakan bagian penting dari imunisasi dasar bayi dalam upaya pencegahan penyakit menular. Namun, cakupan imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Kuras I masih tergolong rendah, dengan cakupan imunisasi DPT-HB-Hib sebesar 46,4% dan PCV hanya 2,2%. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan media informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan pemberian imunisasi pentabio dan PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Kuras I tahun 2024. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 12 bulan berdasarkan laporan imunisasi bayi bulan November 2024, dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 55,6% bayi yang memperoleh imunisasi pentabio dan PCV secara lengkap. Variabel sikap (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,001), dan peran tenaga kesehatan (p=0,029) terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi pentabio dan PCV. Disimpulkan bahwa sebagian besar bayi belum mendapatkan imunisasi secara lengkap, sehingga diperlukan upaya skrining dan pemantauan rumah ke rumah, peningkatan sosialisasi berbasis digital, serta penguatan koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk meningkatkan cakupan imunisasi.