Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT LIVABILITY PERMUKIMAN PESISIR DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KECAMATAN TUMINTING DAN KECAMATAN MALALAYANG) Tendean, Gracella R.; Rondonuwu, Dwight M. Rondonuwu; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara memiliki karakteristik geografis yang didominasi oleh kawasan pesisir. Dua kecamatan pesisir yang mengalami perkembangan signifikan adalah Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang. Permukiman pesisir menghadapi berbagai tantangan lingkungan sehingga berdampak dalam kelayakhunian permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang berdasarkan 5 elemen ekistic permukiman dan menganalisis tingkat livability permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang dengan 7 variabel utama indeks Livable City dari Indonesia Most Livable City Index. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis skoring skala likert. Permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang menunjukkan karakteristik yang khas berdasarkan lima elemen ekistics. Hasil analisis terhadap tingkat livability permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang, diperoleh nilai indeks yang menggambarkan tingkat persepsi masyarakat terhadap sejumlah indikator yang telah diteliti. Kedua wilayah berada dalam kategori “Tinggi” (61% – 80%). Kecamatan Tuminting menunjukkan tingkat persepsi yang lebih positif dibandingkan Kecamatan Malalayang terhadap aspek yang diukur dalam penelitian ini, yang dapat dijadikan rekomendasi kebijakan untuk permukiman pesisir yang lebih layak huni dan berkelanjutan.
TINGKAT LIVABILITY PERMUKIMAN PESISIR DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KECAMATAN TUMINTING DAN KECAMATAN MALALAYANG) Tendean, Gracella R.; Rondonuwu, Dwight M. Rondonuwu; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara memiliki karakteristik geografis yang didominasi oleh kawasan pesisir. Dua kecamatan pesisir yang mengalami perkembangan signifikan adalah Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang. Permukiman pesisir menghadapi berbagai tantangan lingkungan sehingga berdampak dalam kelayakhunian permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang berdasarkan 5 elemen ekistic permukiman dan menganalisis tingkat livability permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang dengan 7 variabel utama indeks Livable City dari Indonesia Most Livable City Index. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis skoring skala likert. Permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang menunjukkan karakteristik yang khas berdasarkan lima elemen ekistics. Hasil analisis terhadap tingkat livability permukiman pesisir di Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Malalayang, diperoleh nilai indeks yang menggambarkan tingkat persepsi masyarakat terhadap sejumlah indikator yang telah diteliti. Kedua wilayah berada dalam kategori “Tinggi” (61% – 80%). Kecamatan Tuminting menunjukkan tingkat persepsi yang lebih positif dibandingkan Kecamatan Malalayang terhadap aspek yang diukur dalam penelitian ini, yang dapat dijadikan rekomendasi kebijakan untuk permukiman pesisir yang lebih layak huni dan berkelanjutan.