Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Smart Money, Smart Future: Edukasi Kesadaran Keuangan Sebagai Upaya Pencegahan Jebakan Keuangan Di Kalangan Remaja Sapitri, Apriliyani; Jahra, Syalsa Bilah; Putera, Prathama Khairan
SocServe: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): SocServe: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya tingkat literasi dan kesadaran keuangan di kalangan remaja menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan kerentanan terhadap berbagai jebakan keuangan, seperti perilaku konsumtif berlebihan, penggunaan layanan keuangan digital tanpa pemahaman yang memadai, serta paparan pinjaman online ilegal. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi finansial yang memudahkan akses transaksi keuangan, namun tidak selalu diiringi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif yang sistematis dan berkelanjutan untuk membekali remaja dengan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMKN 41 Jakarta dengan mengusung tema “Smart Money, Smart Future: Edukasi Kesadaran Keuangan sebagai Upaya Pencegahan Jebakan Keuangan di Kalangan Remaja”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi dan kesadaran keuangan siswa, khususnya terkait konsep dasar pengelolaan uang, perencanaan keuangan sederhana, pengenalan produk dan layanan keuangan yang legal, serta pemahaman risiko jebakan keuangan yang sering dihadapi oleh remaja. Metode pelaksanaan PKM meliputi penyampaian materi melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta simulasi pengelolaan keuangan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa sekolah menengah kejuruan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesadaran keuangan, khususnya dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran sederhana, serta mengenali risiko penggunaan layanan keuangan digital yang tidak bertanggung jawab. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, yang tercermin dari partisipasi aktif dalam menyimak materi dan memberikan tanggapan atas pertanyaan. Hal ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan remaja. Dengan demikian, kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku keuangan yang bijak di kalangan siswa SMKN 41 Jakarta, sehingga mampu mencegah terjerumusnya remaja ke dalam berbagai jebakan keuangan di masa depan. Program edukasi kesadaran keuangan seperti ini perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolahsekolah lain sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan nasional.