Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Self Disclosure dengan Kepercayaan Diri Remaja Pengguna Second Account pada Media Sosial Instagram di Kota Padang Latifa Ramadhani; Murisal; Fadhilah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.897

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan media sosial Instagram yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, di mana mereka sering kali memanfaatkan fitur multiple account untuk menciptakan second account sebagai ruang berekspresi yang lebih bebas, personal, dan privat guna menghindari penilaian negatif atau standar estetika di akun utama. Keterbukaan diri (self-disclosure) yang dilakukan melalui akun kedua ini diduga memiliki kaitan erat dengan tingkat kepercayaan diri remaja, karena ruang tersebut memberikan rasa aman dalam berinteraksi dengan orang-orang terdekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-disclosure, tingkat kepercayaan diri, serta menguji hubungan antara self-disclosure dengan kepercayaan diri pada remaja pengguna second account Instagram di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 347 remaja Kota Padang berusia 10–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-disclosure dan skala kepercayaan diri yang dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment melalui program SPSS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat self-disclosure dalam kategori sedang sebesar 66,6% dan tingkat kepercayaan diri dalam kategori sedang sebesar 80,1%. Berdasarkan uji hipotesis, ditemukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,417 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-disclosure dengan kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan remaja dalam melakukan pengungkapan diri secara selektif di second account, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri mereka. Kesimpulannya, second account berfungsi sebagai mekanisme koping sosial yang mendukung perkembangan psikologis remaja dalam mengelola emosi dan membangun kepercayaan diri yang stabil.