Uli Maika Cita Raradyani Ridwan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tauhid sebagai Pilar Kekuatan Mental dan Spiritual: Refleksi atas Kasus Bunuh Diri Mahasiswa di Era Globalisasi Rabiatul Awalia; Uli Maika Cita Raradyani Ridwan; Vira Prithy Fani; M. Amin
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.974

Abstract

Tauhid merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah SWT serta menjadi dasar pembentukan keimanan, akhlak, dan perilaku seorang Muslim. Dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), pemahaman tauhid memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan spiritual dan moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian dan hakikat tauhid, peranan tauhid dalam kehidupan sehari-hari, dampak pengamalan nilai-nilai tauhid, tantangan implementasinya di era modern, serta upaya penguatan tauhid dalam kehidupan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap Al-Qur’an, hadis, buku-buku tauhid dan pendidikan Islam, artikel jurnal ilmiah, serta berita media nasional yang relevan dengan fenomena sosial mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan keterkaitan antara nilai tauhid dan realitas kehidupan mahasiswa di era modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhid tidak hanya berfungsi sebagai konsep teologis, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang mengarahkan sikap, pola pikir, dan tindakan mahasiswa dalam kehidupan pribadi, sosial, dan akademik. Pemahaman tauhid yang kuat terbukti mampu menumbuhkan ketenangan batin, sikap tawakal, tanggung jawab moral, serta etos kerja yang berlandaskan kejujuran dan integritas. Namun demikian, implementasi nilai tauhid menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh materialisme, sekularisme, dan tekanan mental akibat perkembangan teknologi dan budaya modern. Fenomena kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa menjadi indikator lemahnya ketahanan spiritual dan krisis makna hidup. Oleh karena itu, penguatan pendidikan tauhid secara sistematis, kontekstual, dan aplikatif menjadi kebutuhan mendesak dalam rangka membentuk mahasiswa yang beriman, tangguh secara mental, dan berakhlak mulia. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan karakter mahasiswa.