Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Ketua Adat Dalam Kasus Hiba Nalan di Adonara, Flores Timur Ditinjau dari Perspektif Budaya Palyama, Batildis; Permana, Septian Aji
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7481

Abstract

Hiba Nalan merupakan mekanisme penyelesaian adat masyarakat Lamaholot yang digunakan dalam kasus kecelakaan tidak disengaja. Dalam mekanisme ini, pelaku tidak diberikan sanksi adat maupun sanksi hukum formal karena peristiwa tersebut dipahami sebagai bentuk kesialan atau persoalan leluhur yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ketua adat dalam penyelesaian Hiba Nalan melalui pendekatan kualitatif socio-legal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic coding serta model Miles–Huberman–Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketua adat berperan sebagai mediator, otoritas budaya, dan penyangga moral yang memastikan proses rekonsiliasi berlangsung melalui langkah-langkah simbolik seperti pengakuan kesalahan, musyawarah adat, ritual Hode Limat, dan makan bersama. Mekanisme tersebut selaras dengan konsep keadilan restoratif (Zehr), reintegrative shaming (Braithwaite), transformasi konflik (Lederach), dan perdamaian positif (Galtung). Penelitian menyimpulkan bahwa Hiba Nalan merupakan praktik pluralisme hukum yang efektif dan sah secara sosial, serta melengkapi kerangka hukum nasional Indonesia.