Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Perang Rusia–Ukraina Terhadap Strategi Pengembangan Teknologi Kendaraan Tempur Kavaleri TNI AD Romadon, Arkom Fajri; Purwanto, Sigit; Hendarmoto, Yermia
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7665

Abstract

Perang Rusia–Ukraina menjadi tonggak penting dalam perubahan karakter peperangan modern yang menegaskan pergeseran dari kekuatan berbasis platform menuju kekuatan berbasis jaringan (network-centric warfare). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi strategis dan operasional dari perang tersebut terhadap arah pengembangan teknologi kendaraan tempur Kavaleri TNI AD. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis literatur internasional, yang diolah menggunakan perangkat lunak NVivo 15 untuk mengidentifikasi tema dan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perang Rusia–Ukraina memberikan pembelajaran penting bagi TNI AD dalam memperkuat kemampuan Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR) dan penerapan Battle Management System (BMS). Modernisasi Kavaleri perlu diarahkan pada pengintegrasian sistem proteksi aktif (Active Protection System), pertahanan anti-drone, dan sistem komunikasi digital taktis yang tahan terhadap gangguan peperangan elektronik. Selain itu, transformasi doktrin, peningkatan kompetensi personel, serta kemandirian industri pertahanan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi strategi jangka panjang. Dengan demikian, modernisasi Kavaleri TNI AD harus bersifat multidimensi dan berkelanjutan, mencakup aspek teknologi, doktrin, sumber daya manusia, dan industri, agar dapat mewujudkan satuan yang cepat, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi ancaman multi-domain serta memperkuat daya tangkal pertahanan darat Indonesia.