Kemajuan teknologi digital yang didorong oleh globalisasi berkontribusi terhadap meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital di Indonesia, termasuk penggunaan QRIS. Perkembangan ini berjalan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi milenial, yang semakin mengandalkan kemudahan transaksi non-tunai dalam aktivitas konsumsi sehari-hari. Kondisi tersebut berpotensi memicu perilaku konsumtif, seperti pembelian impulsif dan pemborosan, yang diperkuat oleh pengaruh media sosial serta tren gaya hidup modern. Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan pembayaran digital QRIS dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif generasi milenial. Metode kuantitatif digunakan dengan teknik purposive sampling pada responden milenial berusia 25–40 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan QRIS serta gaya hidup terhadap perilaku konsumtif milenial. Gaya hidup menjadi faktor yang lebih dominan dalam mendorong perilaku konsumtif, yang tercermin dari aktivitas sosial, minat terhadap tren, serta pandangan individu terhadap konsumsi sebagai bagian dari identitas diri. Sementara itu, pembayaran digital berperan dalam meningkatkan perilaku konsumtif melalui kemudahan, kecepatan transaksi, serta berbagai promosi yang ditawarkan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku bisnis perlu mengelola strategi pemasaran digital secara lebih bertanggung jawab, sedangkan pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan masyarakat guna meminimalkan dampak negatif dari perilaku konsumtif yang berlebihan di kalangan generasi milenial.