Anggelina, Pipit Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KECEMASAN KARIR SISWA KELAS XI SMK PGRI 1 PONOROGO Anggelina, Pipit Putri
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol. 6 No. 2 (2025): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa SMK merupakan kelompok yang secara khusus dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja setelah lulus. Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan mengembangkan keterampilan, kemampuan, pengalaman, kebiasaan kerja dan pengetahuan bagi pekerja guna memenuhi dan mengembangkan keterampilan kerja agar mampu menjadi pekerja yang betul betul berguna. Namun, dalam perjalanan menuju karir yang diimpikan, siswa mengalami kecemasan karir akibat ketidakpastian masa depan, persaingan kerja, keterbatasan keterampilan. Salah satu faktor yang dapat membantu mengurangi kecemasan karir adalah kesejahteraan psikologis. Kesejahteraan psikologis adalah kondisi individu yang dapat menerima dirinya apa adanya, menjalin hubungan yang positif dengan orang lain, otonomi/mandiri, memiliki kemampuan dalam penguasaan lingkungan, memiliki kemampuan untuk terus tumbuh dan memiliki tujuan hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesejahteraan psikologis dengan kecemasan karir siswa kelas XI SMK PGRI 1 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 90 siswa kelas XI. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan analisis deskriptif serta uji korelasi pearson product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan negatif antara kesejahteraan psikologis dan kecemasan karir dengan nilai signifikan 0,000 (0,000< 0,05) dan koefisien korelasi sebesar -0,487. Hasil tersebut menunjukan korelasi yang dihasilkan bersifat negatif. Hubungan tersebut bermakna bahwa semakin tinggi kesejahteraan psikologis maka semakin rendah kecemasan karir dan begitu pula sebaliknya semakin rendah kesejahteraan psikologis maka semakin tinggi kecemasan karir.