Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Teori Motivasi Abraham Maslow dengan Konsep Nafs dalam Islam dan Implikasinya terhadap Kinerja Guru Zahro, Iva Badiatuz; Putri, Ashni Fannida Istinaima; Sukarman, Sukarman
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif teori motivasi Abraham Maslow dengan konsep nafs dalam Islam serta mengkaji implikasinya terhadap kinerja guru di lingkungan pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa motivasi guru tidak hanya ditentukan oleh faktor kebutuhan material dan psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan spiritual yang memberikan arah dan makna dalam bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif yang berfokus pada literatur psikologi dan sumber-sumber keislaman, seperti Al-Qur’an, hadis, dan pemikiran ulama tentang konsep nafs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Maslow menekankan pemenuhan kebutuhan manusia secara bertahap mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Sementara itu, konsep nafs dalam Islam menggambarkan perkembangan jiwa manusia dalam mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi, yakni nafs al-ammārah, nafs al-lawwāmah, dan nafs al-muṭmainnah. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa orientasi motivasi dalam Islam lebih komprehensif karena tidak hanya berfokus pada pencapaian duniawi, tetapi juga pada peningkatan akhlak dan pencarian ridha Allah SWT sebagai tujuan akhir. Implikasi penelitian ini mempertegas bahwa peningkatan kinerja guru yang ideal harus dilakukan melalui pendekatan integratif yang mencakup pemenuhan kesejahteraan material sekaligus penguatan spiritualitas. Guru yang memiliki motivasi spiritual kuat akan menunjukkan dedikasi profesional yang lebih stabil, etos kerja tinggi, serta perilaku mendidik yang berlandaskan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam perlu mengembangkan strategi pembinaan motivasi yang holistik agar kualitas kinerja guru dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.