Luthfiah Cahyatunnisya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak K-Pop terhadap Perilaku Peserta Didik di SMAN 2 Indramayu Luthfiah Cahyatunnisya
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3139

Abstract

Perkembangan budaya populer global telah menjadi bagian dari kehidupan remaja masa kini. Salah satu fenomena yang paling menonjol adalah budaya K- Pop (Korean Pop), yang tidak hanya disukai dari sisi musik, tetapi juga merambah pada gaya hidup, bahasa, hingga cara berpikir penggemarnya. Di kalangan pelajar, antusiasme terhadap K-Pop seringkali menjadi bagian dari identitas diri, namun juga menimbulkan kekhawatiran jika sampai menggeser nilai-nilai moral, budaya lokal, dan akhlak yang seharusnya menjadi fondasi kehidupan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak budaya K-Pop terhadap perilaku peserta didik di SMAN 2 Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa yang aktif menggemari K-Pop serta guru Pendidikan Agama Islam sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan siswa terhadap K-Pop meningkat sejak masa pandemi, yang berdampak pada gaya berpakaian, penggunaan bahasa asing, pola pikir, serta berkurangnya minat terhadap budaya dan kegiatan keagamaan lokal. Meskipun demikian, beberapa dampak positif juga ditemukan, seperti meningkatnya motivasi belajar bahasa asing dan kreativitas seni. Guru memandang pentingnya pembinaan yang seimbang dan Islami agar siswa tetap memiliki kontrol diri dan tidak kehilangan jati diri sebagai pelajar Muslim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya K-Pop memberikan dampak ganda positif dan negatif—terhadap perilaku siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam membimbing siswa agar tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan agama di tengah derasnya arus budaya global.