Abstrak. Penelitian ini meneliti mengenai bagaimana perceived enjoyment, social influences, dan perceived benefit dapat mempengaruhi minat adopsi QRIS di Pasar Tradisional di Denpasar, dengan mempertimbangkan perceived convenience sebagai mediator dan innovativeness sebagai moderator. Penelitian ini dilakukan terhadap para pedagang Pasar Tradisional di wilayah Denpasar dengan melibatkan 120 responden, data yang telah diperoleh diuji melalui SEM-PLS dengan software SmartPLS melalui teknik purposive sampling dengan metode pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingginya tingkat perceived enjoyment, social influences, dan perceived benefit dapat meningkatkan minat adopsi QRIS. Selain itu, uji mediasi menunjukkan bahwa penggunaan QRIS yang memberikan perceived enjoyment, social influences, dan perceived benefit dapat menciptakan perceived convenience yang akhirnya meyakinkan para pedagang untuk mengadopsi QRIS. Namun, innovativeness tidak dapat memperkuat pengaruh perceived enjoyment, social influences, dan perceived benefit terhadap perceived convenience, hal ini dikarenakan tingkatan innovativeness tiap pedagang bersifat relatif. Terlepas dari dimiliki atau tidak dimilikinya innovativeness oleh pedagang, hal tersebut tidak menutup kemungkinan perceived enjoyment, social influences, dan perceived benefit dapat secara langsung mempengaruhi perceived convenience. Secara keseluruhan, minat adopsi QRIS dapat dipengaruhi oleh perceived enjoyment, social influences, dan perceived benefit karena terdapat perceived convenience di dalam penggunaannya. Melalui tingginya minat adopsi QRIS di Pasar Tradisional, dapat dibuktikan bahwa para pedagang telah mendukung digitalisasi pembayaran yang mampu mengurangi resiko keamanan dan penyebaran uang palsu, sehingga dianggap memiliki dampak positif terhadap perputaran ekonomi suatu daerah. Kata Kunci: Perceived Enjoyment