This Author published in this journals
All Journal JURNAL KONFIKS
Nadra , Nadra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BENTUK AFIKS DAN PROSES MORFOFONEMIK BAHASA BANJAR DI DESA PEMATANG LUMUT Lili Rahmah, Laylatul; Nadra , Nadra; Lindawati, Lindawati
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 4 (2025): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/gwmeqc41

Abstract

Bahasa Banjar merupakan salah satu bahasa daerah yang digunakan dalam penuturan sehari-hari masyarakat etnis Banjar di Desa Pematang Lumut, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk afiks dan proses morfofonemik bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa kata-kata berafiks yang mengandung proses morfofonemik dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat bentuk afiks dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut, yaitu (1) prefiks berupa {maN-}, {paN-}, {ba-}, {ta-}, {di-}, {ka-}, dan {sa-}; (2) sufiks berupa {-i}, {-an}, dan {-akan}; (3) konfiks berupa {maN-/-akan}, {maN-/-i}, {paN-/-an}, {ba-/an}, {ka-/-an}, {ta-/-i}, {sa-/-an}, {di-/-i}, {di-/-akan}, dan {ta-/ka-}; (4) kombinasi afiks berupa {-i/-akan} dan {maN-/-i/-akan}. Adapun proses morfofonemik yang ditemukan dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut adalah (1) perubahan fonem; (2) pemunculan fonem; (3) pengekalan fonem; (4) pelesapan fonem; (5) pergeseran posisi fonem; (6) perubahan dan peluluhan fonem; (7) perubahan dan pemunculan fonem; (8) pelesapan dan pemunculan fonem; (9) perubahan, peluluhan, dan pemunculan fonem. Berdasarkan hal itu, ditemukan perbedaan dari proses morfofonemik bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut dengan bahasa Banjar Hulu di Kalimantan Selatan. Dalam bahasa Banjar di Desa Pematang Lumut, afiks {maN-} dan {paN-} apabila bertemu dengan morfem dasar berawalan fonem /c/ akan menyebabkan /N/ berubah menjadi /ɲ/ dan fonem /c/ mengalami peluluhan. Sementara itu, dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan penggabungan afiks {maN-} dan {paN-} dengan morfem dasar yang berawalan fonem /c/ justru menyebabkan /N/ berubah menjadi /n/ dan fonem /c/ mengalami pengekalan.