Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam proses adopsi sistem informasi terintegrasi berbasis analitik di lingkungan perusahaan dengan menggunakan kerangka Technology–Organization–Environment (TOE). Fenomena yang dikaji berangkat dari masih beragamnya tingkat keberhasilan adopsi sistem analitik di perusahaan, meskipun teknologi tersebut dipandang strategis dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi kontekstual terhadap pengalaman dan praktik aktor organisasi dalam proses adopsi teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan kunci yang terdiri atas manajer teknologi informasi, manajer operasional, analis data, dan pengguna sistem. Hasil analisis data mengungkapkan beberapa tema utama, yaitu kesiapan dan persepsi terhadap teknologi analitik, dukungan manajemen dan budaya organisasi berbasis data, kapabilitas sumber daya manusia, serta pengaruh lingkungan eksternal seperti tekanan persaingan dan tuntutan regulasi. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan adopsi sistem informasi terintegrasi berbasis analitik tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh proses perubahan organisasi dan pembelajaran kolektif yang berkelanjutan. Interaksi antar dimensi dalam framework TOE bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya organisasi. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperkaya pemahaman penerapan framework TOE melalui perspektif kualitatif, serta secara praktis memberikan implikasi bagi perusahaan dalam merancang strategi adopsi sistem analitik yang lebih holistik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji fenomena ini pada berbagai sektor industri atau menggunakan pendekatan metodologis campuran guna memperluas generalisasi temuan.