Bila, Elok Salsa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Jenis Ukuran Butir Sedimen Dasar Perairan Situbondo Menggunakan Metode Pengayakan Basah : Analysis of Grain Size Types of Sediments in Situbondo Waters using The Wet Sieving Method Bila, Elok Salsa; Ardhani, Ngavif
Jurnal Hidrografi Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Hidrografi Indonesia
Publisher : Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62703/jhi.v7i2.193

Abstract

Perairan Situbondo merupakan wilayah pesisir yang terletak di bagian utara Pulau Jawa dan termasuk dalam kawasan Selat Madura. Daerah ini memiliki karakteristik perairan yang relatif tenang dengan pengaruh arus dan gelombang yang lemah, sehingga berpotensi  menjadi zona pengendapan material halus baik dari aktivitas laut maupun daratan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ukuran butir sedimen dasar di perairan Situbondo menggunakan metode pengayakan basah (wet sieving). Sebanyak 33 sampel sedimen dikumpulkan dari stasiun pengamatan yang tersebar dari garis pantai hingga laut lepas pada Agustus 2024. Analisis granulometri dilakukan untuk menentukan distribusi fraksi pasir, lanau, dan lempung, serta menghitung parameter statistik seperti mean, sorting, skewness, dan kurtosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen dasar Situbondo didominasi oleh ukuran halus, dengan fraksi lempung mencapai 53,9%, pasir 25,3%, dan lanau 14,8%. Nilai sortasi berkisar dari sangat baik hi ngga buruk, dengan dominasi poorly sorted yang mengindikasikan kondisi energi lingkungan yang bervariasi. Nilai skewness negatif menunjukkan kecenderungan butiran kasar, sedangkan kurtosis tergolong very leptokurtic hingga extremely leptokurtic, mencerminkan distribusi ukuran butir yang terpusat pada kondisi energi rendah. Secara umum, karakteristik sedimen di perairan Situbondo dipengaruhi oleh dinamika hidrodinamika setempat dengan kecepatan arus rata-rata 0,11 m/s yang mendukung pengendapan partikel halus seperti lanau dan lempung.