Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan minat belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD di Gugus 7 Kecamatan Cakung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 5 SD di Gugus 7 Kecamatan Cakung, dengan sampel sebanyak 156 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berupa angket literasi digital, angket minat belajar dan tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan regresi berganda, dengan uji-t untuk pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan. Hasil uji-t menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai t-hitung = 21,995 > t-tabel =1,65481 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Demikian pula minat belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai t-hitung = 19,773 > t-tabel = 1,65481 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa semakin tinggi literasi digital dan minat belajar siswa, semakin baik pula kemampuan berpikir kritis yang dimiliki. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa literasi digital dan minat belajar secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai F hitung = 360,490 > F tabel = 3,06 dan signifikansi <0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah literasi digital berfungsi sebagai keterampilan dasar yang membantu siswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan mengolah informasi, sementara minat belajar menjadi pendorong motivasional untuk memanfaatkan keterampilan tersebut secara optimal.