Pembelajaran Bahasa Arab, dengan sistem tulisan yang khas dan aturan tata bahasa yang cukup rumit, sering kali menjadi tantangan bagi peserta didik, terutama bagi mereka yang belum memiliki pengalaman belajar sebelumnya. Berbagai kesulitan dalam menulis bahasa Arab dapat muncul karena sejumlah faktor, seperti kurangnya pemahaman terhadap kaidah nahwu dan sharaf, perbedaan pola kalimat antara bahasa Arab dan bahasa pertama peserta didik, serta minimnya kesempatan untuk berlatih menulis secara konsisten. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seorang guru perlu mahir dalam memilih metode dan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode Imla’ dalam pembelajaran Bahasa Arab serta kontribusinya terhadap pengembangan maharah kitābah pada siswa kelas VII di MTsN Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan guru mata pelajaran Bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Imla’ efektif dalam meningkatkan ketelitian siswa, penguasaan kosakata, serta kemampuan menulis huruf dan kata Arab secara tepat, khususnya pada kelas unggulan yang memiliki kesiapan akademik lebih baik dan familiaritas terhadap kosakata dalam LKS. Namun, penerapannya pada kelas reguler belum optimal karena adanya perbedaan kemampuan dasar, latar belakang pendidikan, dukungan keluarga, serta keterbatasan kosakata siswa. Faktor artikulasi guru dan pengelolaan kelas turut menjadi kendala dalam pelaksanaan Imla’. Meskipun demikian, strategi pembimbingan individual yang diterapkan guru terbukti membantu siswa memperbaiki kesalahan secara langsung dan meningkatkan akurasi tulisan. Secara keseluruhan, metode Imla’ relevan dan potensial untuk mengembangkan maharah kitābah, dengan catatan diperlukan penguatan pengelolaan kelas dan perluasan variasi kosakata agar hasil pembelajaran lebih merata antar kelas.