Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN NILAI SOSIAL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA Tontuli, Wiwi Pratiwi; Loho, Joni Junius; Rotty, Viktory N. J.
KOMPETENSI Vol. 5 No. 5 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mgk33w98

Abstract

Nilai sosial dalam novel merupakan pesan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat yang ditunjukkan melalui tokoh, latar, dan peristiwa dalam cerita. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori serta implikasinya dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data utama penelitian ini adalah novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan (library research). Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari Januari hingga Juni 2024. Analisis data dilakukan dengan membaca novel Laut Bercerita dan buku-buku yang relevan dengan permasalahan yang diteliti, memilah bagian-bagian yang berkaitan dengan masalah penelitian, serta menginterpretasikan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan novel secara mendalam, pemberian tanda pada bagian teks, pendeskripsian dan penginterpretasian temuan, penelaahan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial yang terkandung dalam novel Laut Bercerita meliputi: (1) nilai kebenaran, seperti penangkapan tiga aktivis, sikap DPR yang menampung, pengkhianatan, kemiskinan, kematian, dan kediktatoran; (2) nilai keindahan, seperti lukisan di tembok sekretariat dan penciptaan puisi; (3) nilai moral, yang terdiri atas nilai moral baik, yaitu kejujuran, kerendahan hati, dan kekeluargaan, serta nilai moral tidak baik, seperti tokoh yang digebuk, diinjak, ditonjok, disetrum, dikhianati, dibekap, dan ditiduri di atas balok es; dan (4) nilai religius, seperti rajin mengaji dan patuh terhadap orang tua. Implikasi temuan ini dalam konteks pembelajaran sastra adalah mendorong siswa untuk menghindari tindakan yang bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai sosial.