Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Keperawatan Self Help Group Untuk Meningkatkan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Hardiyanti, Siti; Ramadhani, Dwi Yuniar; Runtulalo, Fonny Veronika
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.667

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas serta mortalitas anak. Salah satu faktor utama penyebab gizi kurang adalah praktik pemberian makan yang tidak tepat, khususnya rendahnya penerapan pemberian makan responsif. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi Self Help Group dalam meningkatkan praktik pemberian makan pada balita serta perilaku gizi ibu Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2024. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ProQuest, ClinicalKey for Nursing, Sage Journal, ScienceDirect, serta Taylor & Francis menggunakan kata kunci terkait SHG, praktik pemberian makan responsif, nutrisi balita, dan gizi kurang. Dari 6.768 artikel yang teridentifikasi, dilakukan proses seleksi hingga diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil: Intervensi SHG terbukti meningkatkan pengetahuan gizi ibu, keberagaman diet anak, praktik pemberian makan responsif, serta perilaku kesehatan keluarga. Meskipun dampak langsung terhadap indikator antropometri belum konsisten, perubahan perilaku makan menjadi fondasi penting dalam pencegahan gizi kurang jangka panjang. Self Help Group merupakan strategi keperawatan komunitas yang efektif dalam meningkatkan praktik pemberian makan dan perilaku gizi ibu balita. Saran: Penguatan intensitas pertemuan, dukungan fasilitator, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor diperlukan agar intervensi SHG dapat memberikan dampak optimal dan berkelanjutan dalam penanggulangan gizi kurang pada balita.