Pendidikan ilmu pengetahuan sosial memiliki peranan penting dalam membentuk warga negara yang cerdas, kritis, dan berpartisipasi aktif di dalam masyarakat. Namun, pembelajaran IPS sering dianggap membosankan dan kurang menarik oleh siswa karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Wordwall terhadap hasil belajar siswa pada materi interaksi sosial kelas III di SDN 23 Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas III SDN 23 Bengkulu Selatan dengan sampel total 40 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen (20 siswa menggunakan media Wordwall) dan kelas kontrol (20 siswa menggunakan video pembelajaran). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes pretest dan posttest, angket, dan dokumentasi. Landasan teoritis penelitian mengacu pada teori konstruktivisme sosial Vygotsky, teori perkembangan kognitif Piaget, dan taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan penggunaan media Wordwall terhadap hasil belajar siswa. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (76,95) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (68,87). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang mengindikasikan perbedaan signifikan. Distribusi hasil belajar kelas eksperimen menunjukkan 25% siswa kategori sangat tinggi, 40% tinggi, 30% sedang, dan 5% rendah. Aktivitas siswa di kelas eksperimen menunjukkan kategori baik dengan persentase 73,3%. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran digital interaktif untuk meningkatkan hasil belajar IPS di sekolah dasar.