Anggi Defi Saputri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TANTANGAN MAHASISWA UNSIQ WONOSOBO DALAM MENJAGA MORALITAS DAN IDENTITAS KEISLAMAN DI ERA GLOBAL Achmad Nurrochim; Anggi Defi Saputri; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6675

Abstract

Globalisasi menghadirkan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah pendidikan dan keberagamaan generasi muda, khususnya mahasiswa. Arus informasi global, perkembangan teknologi digital, serta budaya populer membawa dampak yang kompleks terhadap moralitas dan identitas keislaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dalam menjaga moralitas dan identitas keislaman di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan sumber digital yang relevan dengan tema globalisasi, generasi muda, pendidikan Islam, serta identitas keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memunculkan dilema identitas di kalangan mahasiswa, terutama akibat pengaruh media sosial, nilai individualisme, dan pergeseran budaya yang cenderung mengaburkan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Namun demikian, sistem pendidikan terintegrasi yang diterapkan UNSIQ melalui perpaduan pendidikan formal universitas dan pendidikan nonformal pesantren berperan strategis dalam membentuk karakter Islami mahasiswa. Model pendidikan ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional di tengah tantangan global. Dengan demikian, globalisasi tidak semata-mata menjadi ancaman, melainkan dapat dimaknai sebagai ruang transformasi nilai keislaman yang kontekstual dan berkelanjutan.