Penggunaan kendaraan listrik kini menjadi fokus utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Salah satu kendaraan listrik yang mulai berkembang adalah shuttle bus elektrik, yang didesain sebagai moda transportasi ramah lingkungan di area terbatas seperti bandara, kampus, dan kawasan perkantoran. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Muliatna dan Cahyo (2013) menggunakan konsep eksperimen kuantitatif , dengan variasi kecepatan 10 km/jam, 20 km/jam, 30 km/jam, dan 40 km/jam. Jika sistem rem tidak berfungsi dengan baik, risiko bahaya bagi kendaraan dan penumpang bisa meningkat. Oleh karena itu, perawatan dan perbaikan sistem rem sangat penting untuk kenyamanan pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perancangan dan hasil uji coba sistem elektrik booster rem pada kendaraan Elektrik Shuttel Bus, sebuah shuttle bus listrik yang sedang dikembangkan untuk operasional di area kampus. Sistem ini dirancang untuk menggantikan booster rem hidrolik konvensional dengan sistem berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan. Perancangan ini juga mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi energi dalam operasional shuttle bus. Dalam penelitian ini, akan dibahas metode perancangan sistem booster rem elektrik, pemilihan komponen yang tepat, dan integrasi sistem ke dalam kendaraan listrik. Hasil dari rancangan ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pengereman yang responsif, aman, dan sesuai dengan standar kendaraan listrik modern. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi kendaraan listrik, baik di Indonesia maupun dunia.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis konsumsi daya yang dibutuhkan pada sistem kemudi Electric Booster Rem pada kendaraan konversi Electric Shuttle Bus Evolution 1. Penelitian ini dilakukan melalui pengukuran secara langsung konsumsi daya sistem Elektrik Booster Rem ketika kendaraan sedang dioperasikan dalam berbagai kondisi seperti saat kendaraan ketika kendaraan dalam kecepatan 10 km/jam, 20 km/jam, 30 km/jam, 40 km/jam. Sehingga diperoleh data mengenai konsumsi energi yang digunakan seperti tegangan (V), Arus (A), Daya (Watt). Berdasarkan hasil pengukuran arus dan tegangan pada sistem Elektrik Booster Rem dalam empat kondisi pengujian, terlihat adanya variasi signifikan pada konsumsi daya. Saat kendaraan kecepatan 10 km/jam, daya mencapai 47,3 W. Pada kondisi kecepatan 20 km/jam, daya menjadi 48,5 W, sedangkan kecepatan 30 km/jam hanya 49,8 W. Ketika kendaraan kecepatan 40 km/jam, konsumsi daya 51,8 W, menandakan bahwa Elektrik booster rem semakin tinggi kecepatan, semakin besar juga daya yang keluarnya. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem Elektrik booster rem memiliki efisiensi tinggi karena tidak membebani sistem baterai secara terus-menerus, melainkan hanya saat dibutuhkan. Hal ini menjadikan Elektrik booster rem sangat sesuai diterapkan pada kendaraan listrik berbasis konversi, khususnya yang beroperasi dalam lingkungan terbatas seperti kawasan kampus. Secara keseluruhan, implementasi Elektrik booster rem pada kendaraan konversi dinilai layak dan mendukung tujuan efisiensi energi kendaraan listrik. Adapun pengembangan ke depan dapat diarahkan pada integrasi sistem manajemen energi berbasis skenario operasional kendaraan.