Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penggantian Exhaust System terhadap Performance Engine type 2NR-VE Ahmad Fahmi; Tatang Permana
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7879

Abstract

Engine performance is a critical parameter in automotive engineering as it directly affects power output, torque characteristics, and overall vehicle efficiency. One of the components that significantly influences engine performance is the exhaust system, which regulates exhaust gas flow and back pressure. This study aims to experimentally analyze the effect of replacing a standard exhaust system with an aftermarket exhaust system on the performance of a 2NR-VE engine. The research employed an experimental method using a comparative design with two testing conditions: a factory-standard exhaust system and an aftermarket exhaust system. Engine performance testing was conducted using a dynamometer (dyno test) to measure horsepower and torque across various engine speed ranges (RPM). Each testing condition was performed repeatedly, and the resulting data were averaged to reduce measurement errors and minimize the influence of operational fluctuations. The experimental results indicate that the aftermarket exhaust system significantly improves engine performance. The maximum power increased from 82.5 HP to 91.6 HP, while the maximum torque rose from 131.2 Nm to 154.4 Nm. These improvements suggest that the aftermarket exhaust configuration effectively reduces exhaust back pressure and enhances exhaust gas flow efficiency. Therefore, replacing the exhaust system can be considered an effective approach to improving engine performance, provided that the modification is technically appropriate and complies with applicable emission and noise regulations.
USULAN PERENCANAAN PRODUKSI UNTUK MENGURANGI BULLWHIP EFFECT PADA PT. XYZ DENGAN MODEL HOLT-WINTERS Amelia Aura Ghania; Tatang Permana; Hanissa Okitasari
Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain (BLOGCHAIN) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/blogchain.v5i2.1888

Abstract

Fenomena bullwhip effect yang menyebabkan ketidakstabilan permintaan dalam rantai pasok sering menjadi tantangan bagi sebuah perusahaan, seperti yang terjadi pada PT. XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi bullwhip effect pada rantai pasok PT. XYZ melalui metode peramalan Holt-Winters. Data primer berupa volume produksi dan penjualan selama tahun 2023 dianalisis untuk mendeteksi bullwhip effect, yang ditunjukkan dengan nilai BE > 1,039 pada semua produk. Setelah penerapan peramalan Holt-Winters, nilai BE menurun secara signifikan di bawah ambang batas, menunjukkan peningkatan stabilitas rantai pasok. Hasil uji akurasi peramalan melalui MAPE, MSE, dan SDE menunjukkan nilai error yang memenuhi standar, sementara validasi menggunakan grafik moving range menunjukkan hasil peramalan yang valid. Dengan demikian, metode ini terbukti efektif untuk meningkatkan efisiensi perencanaan produksi dan profitabilitas PT. XYZ.
Analisis Konsumsi Daya Sistem Elektrik Booster Rem Pada Kendaraan Konversi Shuttle Bus Ev Yudha Gunardi; Sriyono; Tatang Permana
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 11 No. 1 (2026): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECA
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kendaraan listrik kini menjadi fokus utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Salah satu kendaraan listrik yang mulai berkembang adalah shuttle bus elektrik, yang didesain sebagai moda transportasi ramah lingkungan di area terbatas seperti bandara, kampus, dan kawasan perkantoran. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Muliatna dan Cahyo (2013) menggunakan konsep eksperimen kuantitatif , dengan variasi kecepatan 10 km/jam, 20 km/jam, 30 km/jam, dan 40 km/jam. Jika sistem rem tidak berfungsi dengan baik, risiko bahaya bagi kendaraan dan penumpang bisa meningkat. Oleh karena itu, perawatan dan perbaikan sistem rem sangat penting untuk kenyamanan pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perancangan dan hasil uji coba sistem elektrik booster rem pada kendaraan Elektrik Shuttel Bus, sebuah shuttle bus listrik yang sedang dikembangkan untuk operasional di area kampus. Sistem ini dirancang untuk menggantikan booster rem hidrolik konvensional dengan sistem berbasis listrik yang lebih ramah lingkungan. Perancangan ini juga mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta efisiensi energi dalam operasional shuttle bus. Dalam penelitian ini, akan dibahas metode perancangan sistem booster rem elektrik, pemilihan komponen yang tepat, dan integrasi sistem ke dalam kendaraan listrik. Hasil dari rancangan ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pengereman yang responsif, aman, dan sesuai dengan standar kendaraan listrik modern. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi kendaraan listrik, baik di Indonesia maupun dunia.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis konsumsi daya yang dibutuhkan pada sistem kemudi Electric Booster Rem pada kendaraan konversi Electric Shuttle Bus Evolution 1. Penelitian ini dilakukan melalui pengukuran secara langsung konsumsi daya sistem Elektrik Booster Rem ketika kendaraan sedang dioperasikan dalam berbagai kondisi seperti saat kendaraan ketika kendaraan dalam kecepatan 10 km/jam, 20 km/jam, 30 km/jam, 40 km/jam. Sehingga diperoleh data mengenai konsumsi energi yang digunakan seperti tegangan (V), Arus (A), Daya (Watt). Berdasarkan hasil pengukuran arus dan tegangan pada sistem Elektrik Booster Rem dalam empat kondisi pengujian, terlihat adanya variasi signifikan pada konsumsi daya. Saat kendaraan kecepatan 10 km/jam, daya mencapai 47,3 W. Pada kondisi kecepatan 20 km/jam, daya menjadi 48,5 W, sedangkan kecepatan 30 km/jam hanya 49,8 W. Ketika kendaraan kecepatan 40 km/jam, konsumsi daya 51,8 W, menandakan bahwa Elektrik booster rem semakin tinggi kecepatan, semakin besar juga daya yang keluarnya. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem Elektrik booster rem memiliki efisiensi tinggi karena tidak membebani sistem baterai secara terus-menerus, melainkan hanya saat dibutuhkan. Hal ini menjadikan Elektrik booster rem sangat sesuai diterapkan pada kendaraan listrik berbasis konversi, khususnya yang beroperasi dalam lingkungan terbatas seperti kawasan kampus. Secara keseluruhan, implementasi Elektrik booster rem pada kendaraan konversi dinilai layak dan mendukung tujuan efisiensi energi kendaraan listrik. Adapun pengembangan ke depan dapat diarahkan pada integrasi sistem manajemen energi berbasis skenario operasional kendaraan.