Industri rokok di Indonesia merupakan sektor strategis dengan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, namun dihadapkan pada dinamika regulasi, pergeseran preferensi konsumen, dan tekanan kesehatan yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Kondisi ini menuntut pengelolaan manajemen keuangan yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membuktikan sejauh mana struktur modal, keputusan investasi, dan profitabilitas memengaruhi nilai perusahaan pada sektor industri rokok di Indonesia selama periode 2020–2024. Data penelitian bersumber dari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada sektor industri rokok. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi data panel, yang dilengkapi dengan analisis statistik deskriptif, pemilihan model regresi (melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier), serta pengujian hipotesis melalui uji kesesuaian model dan uji signifikansi parsial (uji t) menggunakan perangkat lunak E-Views 13. Temuan penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara price earnings ratio (PER) dan return on equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, debt to asset ratio (DAR) dan return on asset (ROA) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil ini mengimplikasikan pentingnya perhatian terhadap komposisi utang jangka panjang, pembentukan ekspektasi pertumbuhan laba, serta optimalisasi pengembalian terhadap ekuitas dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan di industri rokok.