Adi Saeludin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENJUALAN OBAT CETIRIZINE GENERIK DAN NON GENERIK TERHADAP PASIEN PENGUNJUNG APOTEK BANI FARMAKOTA SUKABUMI Novita Sari; Adi Saeludin
Jurnal Kesehatan Farmasi Manajemen Vol 3 No 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN FARMASI DAN KEPERAWATAN
Publisher : JURNAL KESEHATAN FARMASI MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Obat merupakan komponen utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Cetirizine termasuk salah satu obat antihistamin yang efektif untuk mengobati berbagai reaksi alergi seperti konjungtivitis, urtikaria, serta gangguan saluran pernapasan, tersedia dalam bentuk tablet dan sirup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penjualan cetirizine generik dan non generik di Apotek Bani Farma, Kota Sukabumi. Tujuan : Mengetahui perbandingan volume pembelian cetirizine generic dan cetirizine non generik di Apotek Bani Farma Kota Sukabumi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling, dari data dalam sistem apotek. Data yang dianalisis meliputi volume, nilai, dan frekuensi penjualan cetirizine generik dan non generik dalam bentuk tablet. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa cetirizine generik terjual sebanyak 1.220 unit dengan nilai penjualan Rp366.000 sedangkan cetirizine non generik terjual 212 unit dengan nilai Rp325.000. Meskipun nilai penjualan keduanya tidak jauh berbeda, volume penjualan cetirizine generik jauh lebih tinggi. Terdapat tren penurunan penjualan kedua jenis obat selama tiga bulan. Kesimpulan : Volume penjualan obat cetirizine turun pada Januari - Maret 2025, dengan penurunan 1.220 unit (generik) dan 212 unit (non generik). Nilai penjualan juga menurun, yaitu Rp 336.000 (generik) dan Rp 325.000 (non generik). Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan meliputi harga, promosi, perilaku konsumen, dan strategi penjualan apotek