aldofirdaus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Terhadap Scoreboard 4DX dan Implikasinya Terhadap Kinerja Staf GA di Industri Real Estate aldofirdaus
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi staf General Affairs (GA) terhadap penggunaan Scoreboard dalam metodologi Four Disciplines of Execution (4DX) serta implikasinya terhadap kinerja di industri real estate. Scoreboard sebagai visualisasi pencapaian kinerja merupakan elemen penting dalam 4DX, namun efektivitasnya bergantung pada bagaimana staf memaknainya. Kajian pustaka menunjukkan bahwa persepsi karyawan terhadap sistem manajemen kinerja termasuk aspek kejelasan indikator, transparansi, dan keadilan berpengaruh terhadap motivasi dan output kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan partisipan satu staf GA yang terlibat langsung dalam implementasi scoreboard 4DX. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis berdasarkan tiga dimensi persepsi: kognitif, afektif, dan konatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa staf memahami fungsi scoreboard sebagai alat pemantauan, pengingat target, serta pendukung penyusunan laporan kinerja. Scoreboard juga dianggap memberi motivasi, meskipun berpotensi menimbulkan tekanan emosional ketika target tidak tercapai. Secara perilaku, keberadaan scoreboard terbukti mendorong peningkatan keteraturan kerja, akuntabilitas, dan penetapan rencana kerja berbasis data. Namun, aspek keadilan dan akurasi sistem masih memerlukan perbaikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan implementasi scoreboard tidak hanya bergantung pada desain indikator, tetapi juga pada penerimaan psikologis staf. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya pelibatan staf dalam perancangan scoreboard agar menjadi instrumen motivasional, bukan sekadar kontrol kinerja.