Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Akidah Akhlak dalam membangun karakter mandiri siswa di Madrasah Aliyah Nurul Falah Kota Jambi, serta menggambarkan variasi kemandirian yang tampak selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-kontekstual. Partisipan berjumlah sembilan orang, terdiri atas dua guru Akidah Akhlak, satu kepala madrasah, dan enam siswa kelas XI–XII yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru mencakup pemahaman awal terhadap kondisi belajar siswa, penciptaan iklim kelas yang kondusif, bimbingan langsung ketika siswa mengalami kesulitan, pembiasaan tugas mandiri dan refleksi pribadi, pemberian ruang bertanya dan berpendapat, penguatan untuk menumbuhkan kepercayaan diri, serta keteladanan disiplin dan kesiapan mengajar. Karakter mandiri siswa tampak bervariasi, terutama pada keterlibatan saat diskusi kelompok, konsistensi menyelesaikan tugas, dan keberanian menyampaikan pendapat. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan strategi pembelajaran yang lebih adaptif, pembagian peran kelompok yang jelas, serta pembiasaan refleksi yang berkelanjutan untuk memeratakan perkembangan kemandirian siswa.