The digital transformation of BPJS Ketenagakerjaan services through the Jamsostek Mobile (JMO) application aims to improve efficiency and accessibility, including in submitting Periodic Pension Insurance (JP) benefits. However, the implementation of this digital service still faces obstacles in the field, especially among pensioners with limited digital literacy. Initial observations indicate that many pensioners experience technical difficulties such as login issues, misunderstanding of the service flow, and difficulty navigating the Periodic JP menu in the JMO application. This community service activity aims to improve the digital competence of pensioners so they can access the Periodic JP service independently. Using a descriptive qualitative method with a pre-test, education through direct assistance, and a post-test, this activity involved pensioners at the BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa Office who were experiencing difficulties using the application. The results of the activity showed that the intervention in the form of direct assistance was effective in increasing participants' understanding and confidence in using the JMO application features. These findings confirm that digital assistance is a crucial strategy in bridging the digital literacy gap, making the JMO application not only an administrative tool but also an educational tool that supports participants' independence in accessing their social security rights. ABSTRAK Transformasi digital layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas, termasuk dalam pengajuan manfaat Jaminan Pensiun (JP) Berkala. Namun, implementasi layanan digital ini masih menghadapi kendala di lapangan, terutama pada kelompok peserta pensiun yang memiliki keterbatasan literasi digital. Observasi awal menunjukkan bahwa banyak peserta pensiun mengalami kesulitan teknis seperti kendala login, ketidakpahaman alur layanan, dan kesulitan menavigasi menu JP Berkala di aplikasi JMO. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital peserta pensiun agar mampu mengakses layanan JP Berkala secara mandiri. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahapan pre-test, edukasi melalui pendampingan langsung, dan post-test, kegiatan ini melibatkan peserta pensiun di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa yang mengalami kendala penggunaan aplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi berupa pendampingan langsung efektif meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan fitur-fitur aplikasi JMO. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan digital merupakan strategi krusial dalam menjembatani kesenjangan literasi digital, menjadikan aplikasi JMO tidak hanya sebagai alat administratif tetapi juga sarana edukasi yang mendukung kemandirian peserta dalam mengakses hak jaminan sosial mereka.