Salah satu bagian dari kebudayaan adalah tradisi pernikahan. Tradisi dalam pernikahan khususnya desa Lamakera tak kalah penting karena yang ikut terlibat di dalamnya bukan hanya kedua mempelai saja akan tetapi kelompok masyarakat pun ikut terlibat di dalamnya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis pada tradisi tali tenali dalam prosesi pernikahan di desa Lamkera. Penelitian ini dilakukan di desa Lamakera Kecamatan Solor Timur Kabupaten Flores Timur. Topik ini penting dan menarik karena tradisi ini tidak hanya mencerminkan nilai-niai kearifan lokal tetapi juga memperkuat hubungan antar anggota masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik oleh Herbert Blumer. Sementara metode untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknis analisis data dalam dalam penelitian ini ialah dilakukan dengan melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Tali Tenali tradisi ini masih turun temurun digunakan dan tradisi ini masih dipakai sampai sekarang dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses berlangsungnya tali tenali adalah berupa uang, bahan-bahan dapur sperti beras, terigu, gula serta perabot rumah tangga. Simbolik dari Tenali adalah Saling Tolong menolong untuk membantu orang/keluarga yang sedang dalam kesulitan (kekurangan) karena ada hajatan. Kekurangan yang dimaksud itu adalah Prasangka Baik bahwa yang berhajat mesti dibantu.